One Day Trip: Museum Angkut

Aloha! Sudah lama tidak coret-coret lagi di blog ini. Oya sebelumnya saya minta maaf karena saat itu telah berjanji untuk menulis setiap hari.
Tapi rasanya nggak bisa karena sibuk banget :v Tapi tetap diusahakan untuk menulis lagi ya.

Okay, postingan kali ini akan menceritakan pengalaman melancong sehari di Museum Angkut.

26 Maret 2014

Seperti biasa, jalanan protokol seperti Waru dan Ahmad Yani selalu padat dengan truk trailer, mobil dan sepeda motor. Termasuk saya.
Mau ngebut tapi tak bisa. Takut tertinggal kereta ceritanya. Di tiket tertera nama kereta Penataran Dhoho, berangkat dari Stasiun Gubeng Lama pukul 08.05 WIB.
Bersama kekasih, tujuan kami memang hanya ke Museum Angkut. Harus bisa kesana dalam waktu sehari. Maksa banget yak >.>

Ahhhh, ternyata sesampai di Gubeng masih pukul 07.30 sekian. Beli cemilan dulu di minimarket dekat stasiun sembari menunggu.
Pada saat itu, ada kendala teknis yang terjadi pada kereta ekonomi tujuan Yogya *ah saya lupa namanya* sehingga yang harusnya berhenti di Stasiun Gubeng Baru, akhirnya berhenti di Stasiun Gubeng Lama Jalur 1.
Coba tebak kelanjutannya? Ya, jalur itu adalah harusnya pemberhentian kereta Penataran Dhoho.
Hingga 15 – 30 menit kemudian, akhirnya datang juga kereta yang dinanti. Kami pesimis, karena bila kereta datang terlambat maka sesampainya pun juga terlambat.
Kemungkinan perkiraan waktu yang kami atur sedemikian rupa akan mundur jua. Dugaan kami salah, kami sampai di Stasiun Malang tepat waktu, sesuai dengan yang tertera pada tiket.
11.01 WIB. Yey! Saking senangnya kami lupa bahwa kami kelaparan. Isi perut dulu di dekat Stasiun. Makan rawon dan soto daging. Rasanya mantap! Alhamdulillah😀

Malang saat itu cukup terik. Tidak terasa sejuknya sama sekali :’D But show must go on.
Setelah sarapan kesiangan, kami berjalan untuk mencari angkutan.
Untuk rute menuju Museum Angkut kami pergi dengan:
Angkutan ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) kemudian di Terminal Landungsari akan menaiki Bis Puspa arah Jombang untuk bisa turun di depan Museum Angkut.
Terlihat mudah ya. Padahal dalam praktiknya, kami mengalami masalah :’D

FYI, semua angkutan sekitar Stasiun Malang memiliki warna biru. Bila dibandingkan dengan Surabaya, angkutannya lebih berwarna :’D
Sehingga kami harus benar-benar jeli dalam memilih angkutan. Meskipun sukses menaiki angkutan ADL, tanpa disadari telah berhenti di suatu terminal. Bukan Landungsari tapi Arjosari… Jadi, kami terpaksa melewati jalur yang sama untuk menuju Terminal Landungsari :’D
Sejujurnya kami sudah lelah, depresi melanda. Waktu yang kami rencanakan tidak terlaksana. Astagaaaaa😥
Sesampainya di Terminal Landungsari, cepat-cepat kami menaiki bis Puspa arah Jombang yang akan berangkat. Syukurlah. Untuk sesaat saya bisa tidur.
Bis yang saya naiki saat itu transit di suatu terminal di Batu. Mungkin namanya Terminal Batu😀
Saat pintunya terbuka, hawa sejuk memasuki bis.
Tidur lagi aahhhhh~ Begitu santainya saya hingga saya tak sempat melihat Kota Batu lewat jendela di dekat saya.
Alhasil kami turun di depan Museum Angkut pukul 13.35 WIB.
Yes! Let’s Start The Trip!

Dugaan kami salah. Datang saat weekday tetap saja ramai. Ada rombongan sekolah dasar dari Kediri. Dengan segera kami masuk setelah membeli tiket gelang Museum Angkut.

Hell yeah it looks cool!

Hell yeah it looks cool!

Museum Angkut ini terdapat dua lantai. Indoor dan outdoor. Pada lantai pertama, kami disambut dengan berbagai macam kendaraan lawas yang sangat terawat.
Cahaya dari lampu berwarna kuningnya menambah kesan mewah pada kemilau pada setiap kendaraan yang kami lihat. Maunya sih jepret sana jepret sini, tapi terlalu banyak anak kecil >_<

Di lantai pertama ada mobil..

Di lantai pertama ada mobil..

 

Ada helikopter yang kalau tidak salah kepunyaan Bapak Proklamator RI, Ir. Soekarno..

Ada helikopter yang kalau tidak salah kepunyaan Bapak Proklamator RI, Ir. Soekarno..

 

Sepeda yang diproduksi dari produsen mobil :v

Sepeda yang diproduksi dari produsen mobil :v

 

Kereta kuda macam milik keraton getoooo >_<

Kereta kuda macam milik keraton getoooo >_<

 

Sepeda motor lawas..

Sepeda motor lawas..

 

Bahkan replika mobil mini :3

Bahkan replika mobil mini :3

Setelah puas berfoto ria, kami menuju lantai dua dengan naik lift berukuran 1×1 meter kalau nggak salah, dengan batas maksimal sepuluh orang *eh emang cukup?*
Gunakan kekuatan ngeyel untuk segera masuk lift karena harus berdesakan dengan rombongan yang seperti kami alami :v
Jadi kami terpaksa menaiki lift yang antri sekali karena tangga yang biasa digunakan untuk sementara ditutup -_-
Sudah sampai di lantai dua! Mari berfoto ria lagi!
Banyak sekali objek yang dapat ditemui. Becak ada, kapal ada. Yuk telusuri satu-satu.

Ada rangkaian kapal.. Kapal apa hayo? :v

Ada rangkaian kapal.. Kapal apa hayo? :v

 

Ada rongsokan mobil listrik buatan Indonesia yaitu Tuxuci yang dinaiki oleh abah Dahlan Iskan dan Uda Ricky Elson karena mengalami tabrakan di Magetan :'(

Ada rongsokan mobil listrik buatan Indonesia yaitu Tuxuci yang dinaiki oleh abah Dahlan Iskan dan Uda Ricky Elson karena mengalami tabrakan di Magetan😥

 

Melewati outdoor yang dinamakan Batavia, kemudian masuk di Stasiun Wagon.

Melewati outdoor yang dinamakan Batavia, kemudian masuk di Stasiun Wagon.

 

Ada sepeda onthel buatan Jepang juga lhoooo..

Ada sepeda onthel buatan Jepang juga lhoooo..

 

Berfoto di koleksi motor Jepang. Ada Sasuke dan Sakura membawa bendera Jepang. Yang dekorasi pasti wibu ya :v

Berfoto di koleksi motor Jepang. Ada Sasuke dan Sakura membawa bendera Jepang. Yang dekorasi pasti wibu ya :v

 

Sekarang berada di Outdoor yang bernama Gangster Town. Itu pose gangster mas?

Sekarang berada di Outdoor yang bernama Gangster Town. Itu pose gangster mas?

Di dekat Gangster Town, terdapat Broadway Musical. Terdapat dua teater yang biasa memutar film pada tahun 1950an seperti film Charlie Chaplin setiap dua jam.
Saat kami datang hanya satu teater yang berfungsi.

Mari berpose dulu di depan studionya. Gendats detected! :v

Mari berpose dulu di depan studionya. Gendats detected! :v

 

Lukisan poster film musikal Broadway

Lukisan poster film musikal Broadway

Perjalanan kami masih belum selesai, karena kami memasuki indoor yang sangat luas. Seingat saya terbagi menjadi beberapa bagian negara. Italia dengan koleksi vespanya.
Perancis dengan Menara Eiffel mini dan karya seninya.

Gagal foto pose melukis. Sedih dehhh :(

Gagal foto pose melukis. Sedih dehhh😦

Belanda dengan kincir angin. Jerman dengan Tembok Berlinnya. Inggris dengan Big Ben dan Sungai Thyme!

Terlihat sudah mulai lelah...

Terlihat sudah mulai lelah…

Keluar dari area indoor Uni Eropa, terdapat taman kecil menyerupai taman di area kerajaan Inggris. Dan benar! Kami memasuki indoor berupa tampilan Istana Buckingham.

Lampunya baguusssss...

Lampunya baguusssss…

Keluar dari Istana Buckingham, kami memasuki area Las Vegas. Ada van yang dihias menyerupai kendaraan The Mistery Machine dari film Scooby Doo. Kemudian ada juga Walk of Fame.
Tapi keadaannya tidak memungkinkan untuk difoto. Terlalu banyak tulisan yang hilang karena terlalu sering diinjak😦
Ada juga patung Hulk dan Transformer raksasa.
Di area Las Vegas ini, terdapat restoran cepat saji ayam goreng untuk pengunjung yang lelah dan lapar setelah berkeliling.
Ternyata sampai di sinilah perjalanan kami selesai. Melewati lorong yang didekorasi seperti kereta api dan lantainya bergerak seperti kereta api sungguhan dan turun kembali ke lantai satu.
Tidak hanya Museum Angkut saja, terdapat Pasar Apung yang dapat ditemukan saat keluar dari Museum Angkut. Cocok untuk membeli cinderamata khas Museum Angkut dan Malang🙂

Oh tidak, kami melewati sesuatu. Apollo view! Apollo view terletak di lantai dua, di dekat lift. Kenapa kami tidak kesitu dahulu -_-
Akhirnya kami masuk kembali melewati pintu masuk, naik ke lantai dua dan sampailah di Apollo view.
Terdapat beberapa tangga untuk bisa menuju roket Apollo tiruan dari balkon lantai dua. Saya saja ngeri berdiri di balkon apalagi kesitu. Jadi saya biarkan lelaki itu untuk kesana :v
Hati-hati saat menaiki dan menuruni tangga tersebut karena tinggi antar tangga cukup rendah sehingga kekasih saya sampai ketatap jidatnya😀

Ini dia Apollo view bila difoto dari balkon lantai dua.

Ini dia Apollo view bila difoto dari balkon lantai dua.

Puas bisa menikmati pemandangan dari lantai dua Museum Angkut, kami kembali melewati rute yang sama untuk bisa keluar. Saat itu langit di Kota Batu sedang mendung. Anginnya terbilang cukup kencang. Kami harus segera pulang. Namun terdapat masalah lagi.
Saat mengawasi Kota Batu dari balkon lantai dua, kami merasa tidak melihat satupun angkutan menuju arah Terminal Landungsari. Hanya melihat kendaraan bermotor biasa. Bahkan Bis Puspa yang kami prediksi akan lewat ternyata tidak lewat sama sekali -_-
Demi memangkas waktu, alhasil kami berjalan kaki. Jauh? Jauh sekali :’D Kira kira berapa kilometer yah..
Seringkali kami menoleh ke belakang untuk melihat apakah ada angkutan melintas. Namun saat kami tak memperhatikan, tahu tahu Bis Puspa lewat. Dengan kencang.
Dan tidak memperhatikan kami yang berteriak padanya :’D

Kesalahan saya berikutnya adalah tidak memperhatikan arah yang ditempuh Bis Puspa saat menuju Museum Angkut. Kami hampir putus asa harus jalan kemana lagi.
Apalagi dia, yang bersamaku, hanya sedikit saja yang dia ingat. Ahhhhh, kami terus saja berjalan. Lurus. Karena tak ada tikungan lain.
Kami hampir sampai di sebuah pertigaan *atau bundaran ya?*, ada sebuah angkutan berwarna ungu muda. Kami tak bisa membaca rute angkutan yang tertera.
Namun semakin dekat, semakin terlihat bahwa rutenya Batu-Landungsari. Dengan segera kami berlari dan berteriak, berharap angkutan itu akan berhenti.
Dan syukurlah terhenti :’DDD
Sembari istirahat, kami baru menyadari bahwa kami pernah menaiki angkutan ini menuju Terminal Landungsari saat kami berjalan-jalan di Jatim Park 1.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Sedangkan kami telah membeli tiket kereta api Dhoho Penataran pukul 17.05. Lagi-lagi saya putus asa. Namun love mate saya berusaha menenangkan saya.
Dia mengira bahwa seluruh kereta akan terlambat. Memprediksi seperti kejadian pada pagi hari itu.

Kira-kira jam 16.30an, kami selamat sentosa sampai di Terminal Landungsari. Kami oper kembali ke angkutan ADL untuk menuju ke stasiun Malang. Meskipun jalan sekitar UNBRAW cukup padat, kami tepat waktu untuk sampai di Stasiun Malang. But seriously, seperti yang dia bilang, keretanya terlambat -_-
Bahkan kereta tiba kurang dari jam 18.00. Lalu mengapa kami terburu-buru untuk pulang -_-
Lelah dan lapar. Sempat tertidur dan makan mi cup instan di kereta. It was so fun.
Sampai di Stasiun Gubeng Baru pukul 21.00 kurang. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, saya selalu berujar “Kita tadi ke malang? Apa jangan-jangan tadi cuma mimpi?”
Dia sambil tertawa hanya berujar “Nggak. Kita nggak jadi ke Malang. Tadi cuma keliling Surabaya kok.”
However, I love our trip. One day trip with you. Terima kasih untukmu, yang telah menemaniku🙂

Inilah cerita perjalanan kami sehari di Museum Angkut. Err, lebih tepatnya beberapa jam saja.
Sebelum menyudahi postingan ini, ada beberapa tips dan rincian biaya untuk berwisata ke Museum Angkut. Cekidot!

Tips One Day Trip ala guehhh:
1. Persiapkan fisik yang prima. Kamu bakal butuh banyak tenaga untuk pergi kesana kemari dalam waktu sehari.
2. Bawa perlengkapan secukupnya. Bawa uang, obat-obatan pribadi dan alat dokumentasi.
3. Bawalah kamera dengan full charge battery dan banyak space memory! Kamu gak akan menyangka banyak sekali objek yang akan didokumentasikan.
4. Banyak-banyak bersabar. Kamu harus sadar diri bahwa yang kamu kunjungi adalah tempat umum. Jangan sampai terbawa emosi karena banyaknya rombongan ya :3
5. Nikmatilah objek wisata itu sepuas mungkin. Jangan sampai kamu harus mengunjungi objek wisata itu dua kali hanya karena lupa masuk ke suatu area seperti kami😄
6. Always have Plan B! Supaya tidak kebingungan saat ada hal yang membuat rencanamu berantakan.
7. Enjoy your trip🙂

Sedangkan rincian biaya perjalanan kami seharian adalah:
– Rp. 3.000 untuk biaya parkir motor Stasiun Gubeng Lama
– Rp. 11.000 untuk tiket kereta api Surabaya-Malang PP
– Rp.10.000++ untuk makan soto / rawon plus es teh dkk.
– Rp. 3.500 – 4.500 x 3 untuk biaya angkutan
– Rp. 4.000 untuk biaya Bis Puspa
– Rp. 7.000 untuk makan mi cup instan di kereta ekonomi
– Rp. 60.000 untuk tiket Museum Angkut weekday

Silahkan share juga pengalaman wisatamu di sini ya. Kali aja jadi inspirasi buat saya untuk pergi wisata selanjutnya xD
Thank you!
For more info, klik ya!

NB: Dokumentasi diambil dengan menggunakan kamera dari handphone Samsung Galaxy Note GT N-7000 dengan mengedit seperlunya dan penambahan watermark.

Parade Juang Surabaya

Selamat pagi… Pagi buta saya sudah menulis blog. Habisnya kuota internet kenceng banget pas jam segini :v
Verryna Indrawan nulis lagi nih😀

Ehm ehm, sebagai warga Surabaya yang baik, saya mengucapkan SELAMAT HARI PAHLAWAN!
Kegigihan arek-arek Suroboyo saat mengusir sekutu begitu membara dan patut dibanggakan.
Meskipun sekarang bukanlah zaman penjajahan, tapi kita harus jadi pahlawan masa kini dengan mengemban kewajiban sebagai anggota keluarga yang baik, bisa juga menjadi murid yang jujur dan berprestasi, bisa juga mengabdikan diri pada pekerjaan yang ditekuni🙂
Ciye, omonganku bagus banget :v

Meskipun Hari Pahlawan diperingati hari ini, namun sebagian acara besar Kota Surabaya diadakan pada hari Minggu, 9 November kemarin demi alasan kenyamanan bersama. Acara yang diadakan tentu saja berhubungan dengan peringatan Hari Pahlawan. Jadi kemarin itu banyak banget acaranya seperti musik Campursari di Taman Kunang-Kunang, lalu juga ada Pameran Dwi Tunggal “Museum Situs Biting” di Tugu Pahlawan serta Drama Teatrikal Kolosal Surabaya Membara di Tugu Pahlawan. Banyak acara yaaaa. Namun yang ingin kubahas kali ini adalah Parade Juang.

Continue reading

Ada Apa Dengan Cinta Mini Drama

Halo! Verryna Indrawan kembali hadir!

Pasti kalian kalian yang suka online, seminggu ini di Twitter dan Path santer banget Trending Topic “Ada Apa Dengan Cinta”
Siapa yang lahir dan hidup di era 90-an? Angkat tangan! (jangan sampai tengkorak di kuburan juga ikut angkat tangan)
Generasi 90-an pasti sudah menonton film Ada Apa Dengan Cinta. Ada apa hayo dengan “Ada apa Dengan Cinta”? Ada yang tahu?
Kasihan banget buat anak muda zaman sekarang, belum pernah menonton film ini (btw umur saya masih 20 kok :D)

Yep! Ada Apa Dengan Cinta kembali hadir dengan mini drama berdurasi 10 menit, yang menjadi sponsor utama dari aplikasi chatting LINE.
Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicholas Saputra (Rangga) CLBK (Cinta Lama Belum Kelar) ceritanya😀
Mungkin ada yang masih ingat akhir cerita film yang diproduksi tahun 2002 ini bahwa Rangga meninggalkan Cinta untuk sekolah di New York.
Maka dalam drama pendek ini akan menceritakan Rangga yang sudah lama tinggal di New York mendapat tugas di Jakarta.
Dengan menggunakan fitur Find Alumni dari LINE, Rangga menghubungi Cinta yang selama ini ditinggalkannya.

Continue reading

Kisah Kamis

Halo! Verryna Indrawan disini!

Aaaakkkkkkk! Hari kamis paling cocok diisi dengan sesuatu yang mistis. Berbau yang gak masuk akal gitu. Kenapa hal yang berbau mistis harus pada hari kamis? Karena besok jumat :v (ditaboki massa)
By the way, aku punya cerita mistis. Catatan: jangan baca kalo kamu berani! (harusnya takut ya -_-)

Kematian yang Tak Diduga

Continue reading

Cekrek

Promise to My Self

Selamat datang~(kembali) (di indom*ret)!😀

Apa kabar semua, baik-baik saja kan? (semua itu siapa -_-)
Maaf, karena keasikan monolog, jadi.. suka banget sama monolog *ditabok masal*

Sudah berapa lama gak nulis di blog ini ya huhu… Karena keasikan di dunia nyata (dan gaib), jadi bener-bener gak sempet nyambangi (arti nyambangi dalam bahasa itu apa ya?) blogku tercinta ini hahaha😀
Eeeee… Hmmmm… Sebenernya aku bingung mau nulis apalagi😀 *kembali ditabok masal*
Oh iya! Sekarang udah inget apa yang mau ditulis! (mungkin tersadar setelah ditaboki) Sesuai dengan judul post kali ini.

Promise to My Self (ciye bahasa inggrisan)

Oke, saya akan menjelaskan “janji saya” dalam 5W+1H😀
Continue reading