11 November 2010
Hari yang menyedihkan namun juga menyenangkan.
Disaat keeadaanku tidak memungkinkan untuk bersenang-senang.
Panasnya siang ini membuatku makin tak berdaya.
Sepulang sekolah, aku berpapasan dengan teman akrabku.
Inginku meminta maaf atas ketidak hadiranku kemarin,
Namun ternyata aku bersamanya dalam perjalanan pulang.
Meninggalkan teman sekelasku yang sempat bersamaku. Maaf.
Teriknya sinar matahari sempat membuatku putus asa.
Mungkin saja sesampai dirumah aku akan menjadi hitam manis.
Hampir tak ada awan sama sekali.
Yang ada hanyalah langit biru yang terhampar luas.
Saat ku menoleh ke belakang, aku baru saja menyadari
Segerombolan awan mengejar dibelakang kami!
Tak mungkin aku bilang hal ini padanya, ini hanyalah imajinasi konyolku.
Namun tak dapat kupungkiri, aku begitu cemas akan para awan ini!
Untuk beberapa saat, kami masih berada di posisi pertama.
Tapi coba lihat, makin banyak awan yang bersatu dan membentuk awan gelap yang menguasai langit
Sementara itu, temanku menyetir dengan kecepatan cukup tinggi.
Kau tak akan bisa mengalahkan awan, temanku. Begitu pikirku.
Yah, aku tahu temanku tak mungkin memikirkan awan yang semakin cepat mengejar kami.
Argh, akhirnya kami tunduk oleh awan! Terlihat jelas kini sinar mentari tidak menembus tanah.
Apa kamu tak bangga, kita bisa mengalahkan awan selama beberapa menit, sahabatku!
Kami kalah oleh pembalap tercepat ketiga didunia serta pembalap yang pantang menyerah ini.
Mengapa awan disebut pembalap tercepat ketiga dan pantang menyerah?
Pembalap tercepat ketiga didunia, karena yang pertama dan kedua adalah cahaya dan suara.
Pembalap yang pantang menyerah. Andai aku bisa bicara dengan awan, akan aku tanyakan satu hal.
“Hai awan, hari ini kamu sudah berkeliling ke negara mana saja?” atau mungkin
“Hai awan, apakah kamu pernah berhenti dalam suatu perjalananmu?”
Sesaat sebelum aku sampai ditempatku berhenti, saat itulah aku sadar bahwa tak ada percakapan.
Mungkin aku terlalu asyik menikmati para awan yang hebat ini daripada temanku.
Hei, sinar mentari mulai kembali lagi. Kamu mau kemana lagi, sang awan?
Ah, bisa kuambil kesimpulan. Mungkin dia mau main kerumahku…
**PERTAMAXX SECURED**
lhe sekarang blognya jdi kembali ke asal tentang kehidupan sehari-hari tpi kok agak dibuat kaya puisi ya
wahahahahaha….xD
iya…lagi pengen berpuitis ria…
Hujan ya?
Hehehe.
ngga hujan sayang…. x)
Iya. Mendung,sayang.